Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Sunday, December 23, 2018

Hikmah pertemuan Nabi Musa dan Nabi Khidr


بسم الله الحمد لله وصلاة وسلام علا رسول الله
اسلام عليكم ورحمةالله

bagi para pembaca Surat Al-Kahfi setiap Jum'at beserta terjemahannya mungkin sudah tidak asing dengan cerita pertemuan Nabi Musa dengan salah seorang hamba Allah yang diberikan ilmu dari sisi-Nya, yang sering disebut para Mufasir adalah Nabi Khidir 'alaihi salam

dalam kisah tersebut ada hikmah yang bisa kita dijadikan pelajaran terlebih kita hidup di akhir zaman yang dimana semua orang bisa berkomentar apa saja tanpa mengetahui peristiwa asli dan sebab terjadinya suatu peristiwa, dimana orang awam berkomentar seolah mereka itu adalah orang paling pintar dan yang lain hanyalah orang bodoh yang terdoktrin, terprovokasi, taqlid dsb

Ustadz Adi Hidayat menceritakan bahwa peristiwa pertemuan antara Nabi Musa dan Nabi Khidr terjadi sebelum Nabi Musa diutus berda'wah kepada fir'aun, itu atas perintah Allah supaya Nabi Musa bisa lebih bersabar ketika menghadapi suatu peristiwa, dan hal ini juga menjadi syarat bagi Nabi Musa ketika ingin berguru kepada Nabi Khidr, dimana Nabi Khidr sendiri memberi kabar bahwa Nabi Musa tak akan bisa sabar jika mengikutinya dan bersamanya, sebab Nabi Musa tidak mengetahui apa yang dilakukan Nabi Khidr adalah atas petunjuk Allah bukan semata-mata kehendak dirinya

peristiwa pertama tentu sudah kita ketahui ketika Nabi Khidr membuat lubang di sebuah perahu, dan Nabi Musa bertanya kenapa Beliau melakukan perbuatan tersebut, kemudian Nabi Musa diingatkan Nabi Khidr "bukankah sudah kukatakan kamu tidak akan sabar jika ikut bersamaku?" Nabi Musa meminta maaf dan berkata tidak akan lagi bertanya

tapi sesabar-sabarnya Nabi Musa tetap saja beliau akan bertanya ketika ada peristiwa pembunuhan dihadapannya, apalagi yang dibunuh adalah seorang anak kecil yang menurut Nabi Musa masih suci, Beliau lupa bahwa Nabi Khidr adalah seorang Nabi yang diberi pengetahuan langsung oleh Allah mungkin seperti bisa melihat masa depan yang akan terjadi seperti ketika Nabi Khidr melubangi perahu yang ditumpanginya bersama Nabi Musa

maka ketika Nabi Musa bertanya kenapa membunuh anak kecil yang menurutnya masih suci, Nabi Khidr pun mengingatkan bahwa Nabi Musa telah melakukan 2x kesalahan karena bertanya kenapa, padahal di awak pertemuan diperingatkan bahwa Nabi Musa tak akan bisa sabar dan tak boleh bertanya ketika Nabi Khidr melakukan sesuatu yang terlihat kontroversi menurut pandangan manusia

sampai peristiwa terakhir dimana Nabi Khidr mendirikan kembali dinding yang hampir roboh tapi beliau tidak meminta upah atas pekerjaan yang dilakukan Nabi Khidr karena ketika bertemu penduduk setempat mereka meminta dijamu tapi tak ada yang menjamu, tapi ketika melihat dinding yang hampir roboh malah didirikan kembali tanpa meminta upah. itu dilakukan Beliau karena pemilik dinding rumah itu adalah anak yatim yang ayahnya seorang yang shaleh yang didalam rumahnya terdapat harta untuk perbekalan anak yatim itu, karena sebab itulah Beliau mendirikan kembali dinding yang hampir roboh supaya harta simpanan anak yatim tidak terlihat oleh orang yang bisa jadi bahan rebutan bagi yang rakus kekayaan dunia

karena Nabi Musa sudah 3x melakukan kesalahan dengan bertanya akibat ketidak sabaran beliau, maka Nabi Khidr pun memutuskan untuk berpisah dengan Nabi Musa dan memberi penjelasan terhadap apa yang dilakukan oleh Nabi Khidr.

adapun substansi dengan masalah sekarang adalah manusia saat ini teramat mudah menyalahkan orang lain, manusia saat ini teramat sombong menganggap orang lain yang salah adalah seorang yang hina dan boleh dicela, padahal mereka tak mempunyai pengetahuan tentang apa yang dilakukan oleh seseorang pasti ada sebab dan alasan kenapa melakukan perbuatan demikian!!!

apakah suatu kewajaran?, jelas tidak, karena seorang Nabi saja ketika ada yang tidak diketahui hanya bertanya kenapa, tidak menyalahkan apalagi sampai mencela, kita ini bukan orang shaleh apalagi Nabi, harusnya kita mengukur diri siapa kita berani-beraninya menganggap hina orang yang melakukan kesalahan?, padahal kita belum mengetahui kebenaran dan sebab terjadinya suatu kesalahan!!!

contoh ketika ada seorang pemuda yang melakukan penjambretan, tapi naas pemuda itu tertangkap dan dihakimi oleh masa, seolah yang menghakimi itu adalah seorang malaikat yang tak pernah salah!!!
ada juga beberapa waktu ke belakang dimana tukang servis elektronik yang tewas dibakar karena dihakimi oleh masa, padahal bukan almarhum yang mencurinya!!!
terakhir kasus penganiayaan yang dituduhkan kepada seorang dzuriyah Rasulullah karena beredar video penyiksaan, padahal jika dilihat lebih teliti penyiksa tersebut memiliki tato di tangannya sedangkan Habib yang dituduh jelas tidak punya tato!!!

tapi istilah orang sekarang dengan maha benar netizen dengan segala alasannya menjadikan manusia itu seperti tuhan, yang berhak menuduh dan memvonis bahwa si a bersalah dan harus dipukul, harus dibakar, harus dicela karena tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah!!!
HEY MAN!!!
STOP IT!!!

kita ini bukan tuhan yang mengetahui kebenaran yang absolut, kita tidak bisa memvonis seseorang bersalah sebelum mengetahui sebab kejadian dan mendengarkan keterangan dari yang dituduh melakukan kesalahan!!!, kita jangan mencela apalagi merasa lebih mulia, mengatakan bahwa perbuatan seperti itu tidak pernah dilakukan Nabi, lucunya mereka ini lupa bahwa menghukumi dan memvonis orang bersalah tanpa mendengarkan keterangan dari orang yang bersangkutan juga tak pernah dilakukan oleh Nabi!!!

kembali ke hikmah cerita Nabi Musa dan Nabi Khidr bahwa kita itu harus bersabar, menahan diri tidak menghukumi apa yang tidak kita ketahui sebelum ada keterangan yang jelas!!!
kita harus menyadari bahwa ilmu setiap orang itu ada dalam tingkatan yang berbeda, sangat tidak pantas ketika orang awam mengomentari apa yang dilakukan oleh orang 'alim!!!
kita ini orang beriman yang diperintahkan untuk tidak mencela suatu kaum, kita diperintahkan untuk tidak berprasangka apalagi mencela seorang dzuriyah Rasulullah yang statusnya baru tersangka belum terbukti bersalah!!!

tulisan ini bukan untuk membela kekerasan!!!
tulisan ini hanya untuk mengingatkan!!!
kita ini manusia yang hanya seorang hamba!!!!
bukan tuhan yang bisa memutuskan siapa yang salah atau tidak!!!
tulisan ini bentuk kasih sayang sebagai peringatan supaya kita tak terjebak oleh setan!!!
supaya kita tak mudah untuk mencela apalagi menghina orang yang melakukan kesalahan!!!
supaya kita termasuk golongan orang yang tidak mendapatkan syafa'at Baginda Nabi karena kita telah mencela dan menghina cucunya!!!

ب الله في سبل الحق
وسلام عليكم

Share:

Friday, December 21, 2018

Al-Wadud

بسم الله الحمدلله وصلاة وسلام علا رسول الله
السلام عليكم ورحمة الله

ada yang mengatakan cinta gila, ada juga yang mengatakan cinta itu tak ada logika, tapi sayangnya masih banyak orang yang tak percaya dan sadar ketika melihat ada orang yang sedang jatuh cinta malah dituduh orang gila,,,

ya begitulah manusia selalu merasa dirinya paling benar dan mengetahui tentang apa yang dilihatnya dan perlu dikomentarinya, padahal setiap perkataan dan perbuatan itu akan dimintai pertanggung jawaban meskipun ucapan lewat tulisan,,,

tapi semoga baraya pembaca bukan termasuk dan dijauhkan dari para pencela dan para penerka (dari tadi ngutip lirik lagu ya 😀

ok, kita langsung ke masalah kenapa orang yang jatuh cinta bisa dibilang gila?, alasannya sungguh sederhana karena mereka yang jatuh cinta tidak memakai akal mereka makanya disebut kadang tak ada logika, disebut cinta gila karena mereka hanya menggunakan perasaannya sampai-sampai mengabaikan logikanya (apa baraya pernah mengalaminya 😀)

ambil contoh saja kehidupan sekarang, ketika ada seorang pria yang belum mapan, atau bahkan belum mempunyai pekerjaan, si pria ini datang ke rumah perempuan untuk melakukan lamaran, coba apa yang akan dikatakan oleh calon mertua kebanyakan?, 😂

"nak, mau dikasih makan apa anak saya?, mau nikah tapi ko belum punya pekerjaan?" (ada yang pernah mengalaminya 😂). secara logika pertanyaan itu memang bisa dibenarkan tapi karena sering menggunakan logika, biasanya hati tempat diamnya iman sebagai bentuk cinta kepada Sang Pencipta biasanya tak digunakan malah terkadang dilupakan. (mari berdo'a untuk para single yang belum mapan tapi ingin melakukan pernikahan semoga camernya pada disadarkan, mumpung ini hari Jum'at 😀)

yang jadi heran, ketika ada lelaki yang ingin menghalalkan cintanya ditolak, tapi ketika ada pria yang datang untuk membawa putrinya ke jurang perzinahan malah diizinkan, hanya karena melihat mewahnya kendaraan yang dibawa oleh si pria tampan 😌 (Ya Salam inikah salah satu tanda akhir zaman)

sampai sini baraya mungkin sudah mengerti begitu besarnya kekuatan cinta yang bisa mengalahkan logika sampai-sampai dituduh gila 🤣

kita lanjutkan ke contoh berikutnya untuk mengupas tuntas cinta gila 😀
tentu kita semua pernah nonton entah itu sinetron ataupun film yang menceritakan sepasang kekasih, dimana jika di awal-awal pernikahan biasanya bahagia tapi ketika memasuki usia pernikahan yang cukup lama biasanya jika kurang ilmunya akan terjadi konflik dan pertengkaran, entah itu dalam bentuk fisik ataupun mental

tapi meskipun keadaan seperti itu dalam pernikahan mereka tetap saja bertahan, karena apa coba?, sudah tentu karena cinta bukan?, meski banyak yang menyarankan untuk bercerai atau cari pasangan lain tapi yang namanya cinta itu tak sesederhana itu (bagi para pemuja cinta)

ketika salah satu dari mereka membuat kesalahan, maka pasangannya selalu memaafkan, melakukan kesalahan lagi, dimaafin lagi, sampai tak terhitung melakukan kesalahan dan memaafkan 😊 , begitulah hebatnya kekuatan cinta 👍👍👍

tapi sayang itu biasanya hanya terjadi dalam kehidupan berpasangan antara suami-istri, antara pria dan wanita, bukan dalam kehidupan sesama manusia yang seharusnya bisa saling mencintai tapi malah jadi saling membenci hanya karena berbeda pilihan, hanya karena perbedaan yang bisa menjadikan suatu perpecahan, hanya karena berbeda diantara sesama malah saling mencela dan berprasangka,,,

jika saja setiap dari kita mampu menumbuhkan rasa cinta bukan benci, alangkah indahnya kehidupan di dunia ini, ketika satu orang melakukan suatu kesalahan tidak lagi menjadi bahan celaan dan bahan tertawaan, tapi akan timbulnya saling menasihati dan mengingatkan bahwa itu adalah salah dan diberikan solusi harusnya seperti ini dan seperti ini 😊

kita memang punya akal untuk berpikir tapi kita juga dibekali hati untuk berdzikir, inilah yang kita lupakan selama ini, dimana kita terlalu mengedepankan akal kita tapi jarang mendengarkan nurani apalagi menggunakan hati dalam menilai dan melakukan aktifitas sehari-hari 😢

bukankah orang yang punya cinta akan selalu memaafkan di setiap kesalahan, meski memang harus ada hukuman sebagai teguran supaya tidak terjadi kesalahan yang sama 😊

begitu dahsyat dan hebatnya kekuatan orang Yang Mencintai sesamanya, sebagaimana Baginda Nabi yang amat sangat mencintai umatnya, meski banyak yang tidak suka dan mencela Beliau di zamannya, dan juga mencintai kita selaku umat akhir zaman, meskipun kita jarang bershalawat, meskipun kita jarang meneladani akhlak, ibadah bahkan penampilan pun seringnya kita lupa bahwa Nabi itu selalu menjaga penampilan sehingga orang yang disekitar Beliau betah dan senang meski hanya sekedar melihat 😢

adakah kita meraskan kesedihan Beliau ketika hendak dicabut nyawa pun beliau masih memikirkan kita selaku umatnya, karena saking cintanya, Beliau menyebut umatku umatku umatku seolah memberi tanda bahwa kita yang hidup sekarang ini sedang ada dalam ujian yang berat, dimana antar umat Islam dibenturkan, hanya karena kepentingan pribadi dan golongan 😢

mumpung ini hari Jum'at mari perbanyak shalawat kepada Rasulullah yang sangat mencintai kita selaku umat, meski sebenarnya Nabi tidak butuh shalawat kita, tapi kita yang butuh shalawat itu karena setiap shalawat akan kembali kepada pembacanya, tapi sebagai tanda cinta dan sunnah pada hari Jum'at, mari kita perbanyak shalawat, semoga kita dimasukkan ke dalam golongan Umat Nabi yang diakui... aamiin

jika tadi hanyalah sebuah cerita dan gambaran bagaimana hebatnya cinta, dan yang mencintai, maka sudah tentu ketika kita berbicara Maha Mencintai Allah yang dalam Asmaul Husna disebut dengan Al-Wadud, sudah pasti Allah yang Maha segalanya itu pasti akan melampaui cintanya kepada hamba-hamba-Nya, melampaui cintanya Layla dan Majnun, melampaui cintanya Habibie dan Ainun, melampaui cintanya Nabi Muhammad kepada umatnya... 😢

tapi sayang kita tak pernah merasakan Maha Mencintai nya Allah terhadap kita, karena ada banyak hijab yang tebal, ada banyak tembok yang keras yang menghalangi Maha Cintanya Allah kepada kita 😢

hijab dan tembok itu tidak lain dan tidak bukan adalah dunia yang kita tempatkan di hati kita, duniawi yang seharusnya digenggam oleh tangan terlalu kuat sehingga kita kalah sampai dunia ini masuk ke dalam hati dan menjadi tembok yang tebal yang menghalangi kita dari merasakan Maha Cinta Allah pada setiap jiwa manusia 😢

tapi Maha Cinta Allah kepada kita tak menghentikan usaha-usaha Allah supaya kita kembali kepada-Nya, supaya kita kembali menjadi hamba-Nya berjalan dalam rel kemanusiaan, supaya kita menjadi hamba-Nya yang sholeh dan sholehah, jika kita masih hidup sampai sekarang itu adalah karena Allah masih mempercayai kita, masih mencintai kita untuk segera bertaubat, memohon ampun atas segala kesalahan dan kekhilafan kita sebagaimana tertulis dalam Al-Qur'an Surat Hud ayat 90 "Dan mohonlah ampun kepada Rabb-mu (Allah) kemudian bertaubatlah kepada-Nya, sesengguhnya Rabb-ku Maha Mencintai hamba-hamba-Nya lagi Maha Pengasih"
dan surat Al-Buruj "Sesungguhnya Dia-lah Yang menciptakan (makhluk) dari permulaan dan menghidupkannya (kembali). Dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Mencintai hamba-hamba-Nya"

والله اعلم
ب الله في سبل الحق
و سلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Share:

Sunday, December 9, 2018

hilangnya Tuhan di era canggihnya teknologi dan kemajuan zaman part 2

Bismillah Alhamdulillah Washalatu Wasalaamu'alaa Rasulillaah

Sebelumnya saya mohon maaf jika ada yang tersinggung dengan pemaparan yang akan saya sampaikan, bukan saya benci dengan hal yang sekelompok atau segolongan orang Islam yang merasa diri mereka benar sedangkan orang lain salah,,,

saya ingatkan bahwa kita semua itu rugi kecuali orang yang beriman dan beramal shaleh, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, sampai sini dulu saya garis bawahi mengenai saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, bukan untuk saling mengkritisi untuk menjatuhkan yang berujung saling menyalahkan!!!

hei kita itu diciptakan sebagai 'abid alias seorang hamba bukan untuk menjadi tuhan yang menuduh antum yang benar dan mereka yang salah, jangan kalah dengan Smartphone Android antum yang bisa menampilkan informasi apa saja tanpa didahului prasangka dan rasa tidak suka, karena sekalipun berasal dari Qur'an dan Sunnah jika kalian tidak suka pasti antum akan mencari pembenaran untuk mengelak!!!

harusnya antum semua pelajari dulu sejarah tentang jalur pemahaman yang antum pakai, jangan belajar yang positifnya saja tapi belajar yang negatifnya juga dan sisanya antum sendiri yang menentukan apakah akan ikut faham ini atau tidak, antum semua itu baru dalam tahap hijrah, dan ketika antum mengetahui hal itu benar, apa pantas antum merasa menjadi yang paling benar?, pantaskah orang yang masih belajar menyalahkan orang yang sudah lama belajar?,,,

saya bicara seperti ini karena saya pernah menjadi seperti antum semua, kita bisa mencomot Hadits 2 dari google dengan mudah untuk menguatkan argumentasi tapi ketika kalah berkilah dengan perdebatan dibenci, padahal antum sendiri yang memancing perdebatan dengan membid'ahkan tahlilan, mauludan qunut dsb,,,

akal kita dipaksa untuk percaya tentang bid'ah yang dilakukan oleh para ahlus sunnah padahal antum sendiri jarang melakukan amalan Sunnah yang diriwayatkan Hadits yang shahih, contoh ketika malam Jum'at Ahlus Sunnah membaca Yasin, apa dimalam yang sama antum membaca Surat Al-Kahfi?, atau muraja'ah hafalan antum?, atau antum hanya sibuk mencari orang-orang yang update tentang yasinan kemudian antum hadir untuk menjatuhkan mereka!!!
tapi apakah kita pernah menggunakan akal kita untuk memikirkan maksud sebuah dalil itu mengarahnya kemana, menurut kaidah ilmu bahasa arabnya bagaimana atau jika tidak bisa menurut tafsir bahasa Indonesia mengarahnya kemana, jangan menafsirkan ayat-ayat dengan pemahaman antum dan golongan antum sehingga menjadikan perdebatan bahkan timbul kebencian!!!

mungkin jika orang awam yang ikut-ikutan akan bisa mengikuti antum, tapi ketika antum bertemu dengan orang yang ilmunya diatas antum, apakah akal antum dan hati antum akan menerima kekalahan argumentasi kemudian bertaubat, atau justru antum malah menyerang personal dengan menyebut mereka yang tak bisa antum kalahkan dengan sebutan sesat!!!

jauh sebelum teknologi seperti sekarang ada para 'ulama melakukan perjalanan yang jauh untuk mendapatkan sebuah ilmu meski ilmu yang didapatkan hanya sebuah hadits atau sebuah ayat, karena itu tidak pernah kita temukan para 'ulama salaf yang hafal Al-Qur'an dan Hadits berselisih, saling sikut dan saling serang merasa diri benar, karena ilmu itu untuk diamalkan bukan untuk dijadikan alat perdebatan!!!

para 'ulama menyadari karena sulitnya perjalanan yang dilakukan dan banyaknya pengorbanan yang dikeluarkan, jika ilmu yang didapat hanya dijadikan alat debat bukan untuk mencerdaskan umat hanya menjadi sesuatu yang sia-sia belaka, para 'ulama ketika telah mendapatkan sebuah ilmu mereka selalu berdzikir dan berfikir bagaimana caranya untuk menyampaikan kepada orang yang belum mengetahui tapi orang yang tak mengetahui dan tak menyukai bisa menerima dengan senang hati, karena itu para 'ulama selain mempunyai madzhab mereka juga mempunyai thariqah agar hati mereka selalu mengingat Allah,,,

bandingkan dengan kita yang dengan mudahnya mencari hadits di google, mencari riwayat di google, kita tidak perlu melakukan perjalanan tapi yang diperlukan hanya sebuah smartphone dan kuota untuk mendapatkan informasi yang ingin kita dapatkan, maka pantas saja karena kemudahan inilah kita bisa dengan mudah saling menyalahkan, kita lupa tugas kita bukan untuk menyalahkan tapi untuk menasihati dalam kebenaran, kita lupa bahwa kita ini seorang hamba Tuhan yang tidak bisa menentukan benar dan  salah yang sejati, kita malah menjadi tuhan baru yang gemar menyalahkan dan menganggap diri paling benar,,,

kita melupakan hal terpenting dari ilmu yakni adab, kita lupa bahwa orang yang lebih tua itu hidup lebih lama daripada kita, sehingga lupa bahwa mereka yang lebih tua sudah memiliki banyak ilmu dan amal yang lebih banyak daripada kita,,
kita lupa bahwa orang yang lebih muda lebih sedikit usianya, namun juga lebih sedikit dosanya, sehingga besar kemungkinan cahaya hidayah lebih mudah masuk ke dalam hati mereka daripada kedalam hati kita yang lebih tua dan lebih banyak dosanya,,,

'ulama salaf seperti Imam Syafi'i mengatakan tidak ada ilmu yang bisa terasa sampai kulit, daging dan membuat bulu merinding selain daripada ilmu adab, bahkan para 'ulama itu lebih dahulu mengkaji ilmu adab sebelum membahas ilmu yang lain, karena akan menjadi percuma jika banyak ilmu tapi tak beradab begitu juga sebaliknya beradab tapi tak berilmu,,,,

hadirkanlah Tuhan dalam setiap pembelajaran yang kita lakukan, ucapkan shalawat kepada Nabi agar kita diberi keberkahan dan kemudahan untuk memahami ilmu yang menjadikan kita bukan cuma berilmu tapi juga 'arif dalam menyampaikan ilmu, jangan hilangkan Tuhan dengan menjadikan diri sendiri tuhan dengan menuduh orang lain yang berbeda pemahaman,,,

selalu berdzikir dan hadirkan Allah dalam segala kegiatan agar kita sadar kita itu hanya seorang hamba, jika bisa sempatkan waktu untuk berkhalwat dengan Allah membaca amalan-amalan yang kita ketahui agar kita terus disinari oleh Nur Ilahi supaya tidak lupa diri dan berada dalam jalur kemanusiaan sebagai 'abid Tuhan Yang Maha Suci,,,

Wallaahua'lam
Billahi fi sabilil haq

Share:

Monday, November 26, 2018

hilangnya Tuhan di era canggihnya teknologi dan kemajuan (bag 1)

BismillahAlhamdulillah Washalatu Wasalaamu 'alaa Rasulillaah

saat ini kita ada di era yang canggih, dimana kita bisa bertatap muka tanpa beranjak dari tempat duduk kita, kita bisa terhubung dengan orang di berbagai belahan dunia, pun jika kita ingin bepergian tak akan memakan waktu lama sebagaimana nenek moyang yang harus mengarungi lautan jika ingin pergi ke tempat tujuan yang terpisah karena samudera,,,
akan tetapi canggihnya teknologi dan pesatnya kemajuan saat ini tidak diikuti oleh kecanggihan dan kemajuan pola berpikir manusia, yang akhirnya banyak diantara kita yang buta terhadap agama, taqlid terhadap budaya dan lenyapnya jiwa sosial diantara kebanyakan manusia,,,
Ustadz Abdul Somad berkata ini zamannya smartphone, tapi kenapa kebanyakan orang tidak berpikir smart, lihat saja kita kebanyakan orang saat ini lebih asyik berbicara via dunia maya daripada mengobrol di dunia nyata baik itu dengan teman ataupun keluarga,,,
lihat juga mereka yang menjadi budak game, dari pagi, siang dan malam, setiap ada kesempatan pasti mereka akan bermain dengan game tersebut, tak peduli mereka anak kecil dan remaja, bahkan dewasa dan orangtua pun seolah tak ingin ketinggalan dari sebuah permainan yang sebenarnya hanya untuk menghilangkan kejenuhan bukan untuk menjadi kebutuhan,,,
Habib Novel Alaydrus berkata di masa Nabi orang yang memasak selalu berbagi dengan tetangganya, tak peduli itu seagama ataupun beda, zaman sekarang juga mengikuti perintah Nabi, tapi sayangnya hanya foto saja yang dibagikan kepada sosial media, bukan berbagi kepada tetangga,,,
wake up friends, kecanggihan teknologi itu bukan untuk mengabaikan keluarga dan teman di dunia nyata, bukan juga untuk menghabiskan waktu dengan permainan yang hanya memuaskan kesenangan, bukan pula untuk pamer makanan dan tempat-tempat yang cozy dan keren untuk mendapatkan pujian,,,
kecanggihan teknologi itu harusnya menjadikan diri kita lebih mengenali siapa Sang Pencipta, siapa Tuhan yang sebenarnya, untuk apa kita diciptakan dan misi apa yang dibawa ketika kita dilahirkan,,,
tak sadarkah kita sudah kehilangan Tuhan dalam kehidupan di dunia yang hanya fatamorgana dan penuh kepalsuan?,,,
tak sadarkah kita sedang keluar dari rel kemanusiaan yang sangat jauh dari tujuan kita diciptakan?,,,
tak sadarkah juga kita ini hanya berangan-angan untuk masuk surga padahal sejatinya kita tidak mau memasuki surga?,,,
ketika kita menggunakan video call untuk berinteraksi dengan teman atau keluarga yang berbeda daerah atau negara apakah sempat terpikir oleh kita, bisakah kita menghadirkan Allah dalam shalat kita?, bisakah kita menghadirkan Allah dalam segala kegiatan kita?, bisakah kita menghadirkan Allah dalam imajinasi bahwa Allah itu Maha Mengetahui terhadap apa yang kita lakukan dan apa yang tersembunyi dalam hati!!!
ironisnya jangankan untuk menghadirkan Allah yang tak terlihat oleh mata, berinteraksi dengan sahabat dan keluarga pun saat ini sudah amat jarang dilakukan oleh kita, karena kita sibuk dengan menyebarkan berita-berita yang belum tentu benar faktanya, kita malah senang melakukan cacian, makian dan tuduhan kepada orang yang tidak sepaham dengan kita, dan tak disadari kita telah menghilangkan Tuhan dan menjadikan diri sendiri tuhan dengan melakukan perbuatan demikian,,,
sampai kapan kita mau seperti ini, sampai kapan kita lebih bodoh daripada smartphone?, sampai kapan kita mau dibodohi teknologi?, sampai kapan  kita dibuat buta oleh media?, sampai kapan mau menjadi kutu dari sebuah buku?, semua kembali pada diri kita masing-masing,,,
bukan tidak boleh kita mengikuti teknologi, menggunakan smartphone, membaca media dan buku, justru kita sebagai manusia harus menjadi pengendali semua yang ada dalam kehidupan, karena itulah fitrah kita diciptakan, kita itu harus berfikir tentang semua kemudahan akses dan teknologi saat ini bisa mengantar kita menuju tujuan kita sebenarnya yakni menjadi hamba Tuhan bukan memberhalakan Tuhan...
bersambung...
Share:

Sunday, January 3, 2016

apa itu agama?


Baru mulai nulis lagi, ada yang bahas tentang agama, ya sudahlah kita bahas ini saja,, toh udah lama juga saya ga nulis tentang hal ini,, 
Sebuah twit dari seorang mentor romansa sedikit mencerahkan tapi juga mencegangkan, dan yang membuat saya tercengang bahwa katanya mereka yang beragama yang diakui negara sekarang, hanyalah budak dari orde baru, yang dipaksa harus memilih salah satu agama yakni Islam, Kristen, Hindu atau juga Budha,,
Saya sendiri membalasnya, saya rasa tidak, karena bagi saya sendiri saya memilih Islam sebagai keyakinan saya saat ini, karena saya mempelajarinya lagi, dan saya juga mendapatkan pengalaman spiritual yang dengan itu cukup untuk saya menyatakan diri sebagai seorang muslim,,
Kemudian ada twit balasan yang mengatakan udah berapa tahun saya belajar, dan udah berapa agama yang saya pelajari, saya cuma menjawab saya tidak mempelajari semua agama karena saya lebih memilih untuk mendalami satu agama yang dibawa oleh Nabi terakhir, karena agama inilah yang menjadi penyempurna agama yang sebelumnya,,
Kenapa saya katakan penyempurna, karena jika dilihat kembali pada setiap agama, ada satu atau dua kemiripan yang ada pada agama yang sekarang saya pegang, ditambah lagi dengan dalil dalam AlQur'an sehingga makin mantap iman saya untuk mempelajari agama ini,,
Kita ambil contoh, agama budha dan hindu yang pada awalnya mengajarkan untuk berbudi pekerti yang baik, jelas ini ada pada agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shalallaahu 'alaihi Wasalam yang tidak diragukan lagi kebaikan budi pekerti beliau, entah itu kepada lawan ataupun kawan,,
Kemudian Kristen yang pada dasarnya mengajarkan umatnya untuk berkasih sayang, ternyata ada juga dalam Islam, bahkan para muslim menjadikan sebuah do'a dengan ucapan Bismillaahirrahmaanirrahiim yang artinya dengan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dan dalam keyakinan saya pribadi jika Tuhan seorang Maha Pengasih dan juga Maha Penyayang, maka sudah sepantasnya sebagai makhluk ciptaan kita harus menjadi makhluk yang harus saling mengasihi dan juga saling menyayangi,,
Jadi apa itu agama?, menurut saya agama adalah sebuah keyakinan tentang kehidupan, darimana asal kehidupan, siapa yang memberi kehidupan, harus seperti apa kita hidup, agar hidup kita di dunia tidak merugikan kehidupan orang lain, dan juga kehidupan lingkungan, dan jika semua berjalan sebagaimana yang Nabi contohkan, bukan tidak mungkin kita semua bisa bertemu dengan beliau Shalallaahu 'alaihi Wasalam di kehidupan lain yang akan datang,,
Wallaahu A'lam
Share:

Monday, December 22, 2014

selamat hari ibu, mari kita selamatkan ibu

ini bukan tentang mengucapkan selamat hari ibu yang diperingati setiap tahun. tapi ini adalah tentang hal yang harus dilakukan dalam menyambut hari ibu tersebut, bukan hanya tradisi sekedar mengucapkan saja seperti tahun-tahun yang sudah terlewati.
saya menulis tentang hal ini karena tidak sedikit orang-orang hanya mengucapkan saja selamat hari ibu tanpa ada sesuatu hal yang dilakukan untuk orang yang telah mengandung, menyusui dan merawat kita semua sampai saat ini. pernahkah terpikir yang membuat seorang ibu bahagia bukan hanya dari harta ataupun tahta yang ada pada diri kita?, saya katakan demikian karna belum tentu orang yang mempunyai banyak harta mempunyai waktu untuk bertemu ataupun merawat sang ibu. begitu pula dengan orang yang mempunyai kedudukan tinggi, belum tentu dia ingat kepada sang ibu kecuali hanya sedikit diantara mereka, karena kebanyakan sudah kita ketahui sendiri mereka yang mempunyai kedudukan kadang lupa terhadap orang yang telah melahirkannya ke dunia. bukankah sudah banyak cerita di yang kita baca ataupun dengar tentang orang yang durhaka terhadap ibunya?
disadari atau tidak, kita semua tak jarang melakukan dosa kepada ibu kita sendiri. contohnya kita ambil saja bagaimana cara kita berbicara dengan ibu, apakah kita sudah lemah lembut kepada beliau apa kita hanya lemah lembut kepada kekasih yg dicintai ataupun atasan yang menggaji, semua itu dilakukan tidak lain dan tidak bukan demi mendapatkan suatu keuntungan. lalu dimana letak keikhlasan terhadap suatu perbuatan?, tentunya semua hilang bagai debu berterbangan.
sampai sini apakah kita belum merasa berdosa kepada ibu kita?, jika belum mari kita renungkan kesalahan kita berikutnya supaya kita tidak hanya mengucapkan saja selamat hari ibu akan tetapi harus menyelamatkan ibu kita. jika anda seorang perempuan sudahkah anda berpenampilan bak seorang muslimah?, jika belum berarti setiap hari kita mendekatkan orangtua kita termasuk ibu sedikit demi sedikit ke dalam lembah neraka. kenapa demikian?, logikanya sederhana dalam hukum dunia saja jika kita melakukan kesalahan bukankah orangtua kita kita juga ikut merasakan betapa malunya beliau karena telah gagal mendidik seorang anak. jika diantara kalian yang ingin beralasan karena tidak diajarkan oleh orangtua masing-masing tentang cara berpakaian, ataupun tidak mendapat contoh dari orangtua kita sendiri, coba dipikirkan buat apa kita disekolahkan, buat apa kita disuruh mengaji jika bukan untuk menjadi anak yang berbakti. tidak ada satu orangtua pun yang ada di dunia yang ingin anaknya menjadi orang yang durhaka, sekalipun mereka sendiri ada dalam dunia hitam, tentunya beliau ibu-ibu yang telah melahirkan kita ingin kita menjadi orang yang bertaqwa, tidak satupun ibu yang melahirkan kita mendo'akan kita untuk menjadi orang yang durhaka.
rasanya tidak adil jika kita hanya membahas anak perempuan saja karena kebanyakan diantara manusia adalah anak lelaki. sama saja mau lelaki atau wanita setiap ibu ingin mempunyai putra putri yang bertaqwa yang shaleh atau shalehah. tapi bagaimana jika kita selaku pria yang seharusnya menjaga wanita tapi malah merusak wanita, tidak perlu saya jelaskan lebih detail tentang rusaknya moral dan pergaulan antara lelaki dan perempuan karena sahabat juga sudah mengetahui sendiri. yang saya ingin katakan kepada mereka yang suka merusak kehormatan wanita dimana hatimu ketika melakukan hal tersebut. apakah tidak memikirkan bagaimana rasanya ketika ibu yang kita hormati direndahkan oleh pria lain..
pikirkan itu pikirkan itu..
jangan cuma mengucapkan selamat hari ibu
tapi mari kita selamatkan ibu-ibu kita..

Share:

Saturday, October 18, 2014

Hakikat kehidupan

terbentuk dalam sebuah rahim...

selama lebih dari milyaran detik...

padahal hanya berasal dari setetes air...

sebuah kekuasaan Tuhan yang tak dapat ditepiskan...

namun apa yang terjadi di hari kemudian...

setelah manusia itu tumbuh menjadi besar...

manusia lupa dari mana dia berasal...

terlahir dalam keadaan yang tak mengerti apapun...

tak mempunyai apapun...

tapi semua bayi terlahir dalam keadaan menangis...

seakan bayi mengetahui bahwa kehidupan itu sulit...

seakan mengetahui bahwa dunia itu terhina kecuali yang berdzikir kepada-Nya...

tapi yang terjadi setelah ia beranjak dewasa...

ia lupa darimana pengetahuan yang ia dapatkan...

ia lupa darimana kekayaannya yang bergelimpangan...

dan ia pun terlarut dalam gemerlap dunia yang hanya sementara...

yang membuatnya lupa akan tugasnya di dunia...

dan akhirnya si bayi yang tadinya menangis...

kini dia tertawa terbahak-bahak yang membuat hatinya mati...

pengetahuan yang tak disertai dengan keimanan...

yang berakhir pada kekeliruan, dan berujung pada kesesatan...

harta yang tak disertai dengan pandangan mata yang seksama...

yang akhirnya membuat buta dan terjatuh di dalamnya...

akal dan hati yang diberikan Tuhan pun...

akhirnya dikuasai dan dikalahkan oleh hawa nafsu..

manusia...

sudah terlalu lama kita terlelap dalam mimpi yang tak nyata...

sudah terlalu lama kita terjatuh dalam kehidupan dunia yang fana...

sudah pasti tak akan ada seorangpun yang bercita-cita untuk masuk ke neraka...

marilah semua bangkit dari keterpurukan kehidupan...

yang disebabkan karena mengikuti langkah-langkah setan...

marilah berbenah diri agar tak menyesal di kemudian hari...

mengintrospeksi akan kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan...

agar tak terulang kembali kesalahan-kesalahan...

tugas manusia hanyalah beribadah kepada-Nya...

tugas manusia mengabdi kepada-Nya...

tugas manusia tak menyekutukuan Dia...

tugas manusia untuk menerima semua ketetapan yang telah ditentukan-Nya...

tugas manusia untuk menegakkan hukum-Nya...

tugas manusia untuk menjalankan aturan yang terdapat dalam Al-Qur'an...

karena tak ada sebuah perintah Tuhan yang merugikan...

walaupun terkadang kita sulit menerima kenyataan...

dan tak ada sebuah larangan Tuhan yang mengungtungkan...

walaupun terkadang dianggap bahwa itulah kesuksesan...

Share:

Tuesday, November 26, 2013

Pelajaran baruku

بسم الله الرحمن الرحيم
Akhirnya hal yang selama ini aku tanyakan dalam pikiranku terjawab sudah,,
Pertanyaan tentang kenapa keyakinanku yang dulu begitu gagah,,
Kini hanya tinggal namanya saja dan terpecah belah,,
Entah apa yang ada di dalam benak dan pikiran orang-orang yang memiliki ilmu keyakinan,,
Mereka mungkin merasa bahwa dirinya sudah cukup dengan pengabdian kepadaNYA,,
Mereka mungkin merasa sudah cukup dengan membantu sesama dengan sedekahnya,,
Tapi mereka tidak memperhatikan keadaan orang yang di sekelilingnya,,
Orang yang senantiasa membantu mereka, tapi tidak diberikan apresiasi yang sesuai dengan tenaganya,,
Mereka mungkin sudah merasa membantu para pekerjanya dengan memberikan mereka pekerjaan,,
Tapi apakah mereka sadar hanya membayar sedikit dari keringat yang mereka keluarkan,,
Disaat mereka bersenang-senang menikmati keuntungan, adakah teringat jasa orang yang membantu mereka,,
Dari sini aku sadar, mungkin ilmu mereka tentang keyakinannya tentang Islam,,
Hanya dipakai untuk beribadah saja belum digunakan dalam kehidupan akhlaknya,,
Pantas tanda positif dibentuk oleh dua garis yang berbeda arahnya,,
Yang satu vertikal dan yang satu horizontal,,
Sepertinya Sang Pencipta mengajarkan dari ilmu perhitungan,,
Bahwa kehidupan yang positif alias yg baik dapat diwujudkan,,
Dengan arah ke atas simbol pengabdian kepadaNYa,,
Dan arah ke samping yang merupakan buah dari ibadah kepadaNYA,,
Yakni berbuat baik, berakhlak baik terhadap sesamanya,,
Kini pertanyaan kenapa Islam terpecah terjawab sudah,,
Karena pemahaman tentang Islam hanya dipakah untuk ibadah,,
Belum terpakai untuk berakhlak baik kepada orang yang bekerja lelah,,
Padahal Nabi begitu mencintai orang orang yang tak berharta berlimpah,,
Bertolak belakang dengan orang yang mengaku umatnya tapi tidak meneladaninya,,
Share: