Kita memang wajib bersyukur dengan adanya program MBG in membawa angin segar untuk perekonomian masyarakat. menurut info yang saya dapat sih bisa mencapai 1,5jt - 2jt lapangan kerja yang tersedia untuk masyarakat. mulai dari tenaga operasional sampai tenaga ahli semua mendapat berkah dari APBN berdasarkan aturan dari UMK.
akan tetapi di sela-sela bersyukur tersebut, ada kenyataan yang masih menjadi PR besar untuk masalah pendidikan, karena disatu sisi para tenaga operasional maaf kita sebut (pencuci piring) saja bisa mendapatkan penghasilan yang bisa dikatakan lumayan layak, padahal tugasnya hanya memastikan alat makan bersih dan higienis. sementara penghasilan yang didapat oleh para guru honorer bahkan masih ada yang hanya cuma 300rb saja per bulan. ironi?, memang, tapi itulah fakta dan realita yang terjadi saat ini.
disatu sisi kita bisa bersyukur karena anak-anak kita bisa mendapatkan makanan yang bergizi dan bisa dibilang kenyang, akan tetapi saya bingung sendiri harus gimana mengungkapkannya karena para guru sendiri harus memutar otaknya dikarenakan honor yang didapat dari hasil mengajarnya tidak mencukupi kebutuhan baik itu untuk dirinya ataupun untuk keluarganya jika sudah menikah atau membantu orangtuanya.
sepertinya krisis skala prioritas bukan cuma diranah media saja, dimana masyarakat lebih suka drama, gosip dan berita artis daripada informasi yang menambah wawasan, dan tentunya diperlukan kesadaran untuk semua orang bukan hanya 1 atau 2 orang yang memikirkan gimana generasi emas itu nanti ketika muridnya dikasih makanan bergizi sementara gurunya harus berpikir 1000x untuk menutupi kebutuhannya sehari-hari.

0 Comments:
Post a Comment