Showing posts with label muhasabah. Show all posts
Showing posts with label muhasabah. Show all posts

Monday, November 26, 2018

hilangnya Tuhan di era canggihnya teknologi dan kemajuan (bag 1)

BismillahAlhamdulillah Washalatu Wasalaamu 'alaa Rasulillaah

saat ini kita ada di era yang canggih, dimana kita bisa bertatap muka tanpa beranjak dari tempat duduk kita, kita bisa terhubung dengan orang di berbagai belahan dunia, pun jika kita ingin bepergian tak akan memakan waktu lama sebagaimana nenek moyang yang harus mengarungi lautan jika ingin pergi ke tempat tujuan yang terpisah karena samudera,,,
akan tetapi canggihnya teknologi dan pesatnya kemajuan saat ini tidak diikuti oleh kecanggihan dan kemajuan pola berpikir manusia, yang akhirnya banyak diantara kita yang buta terhadap agama, taqlid terhadap budaya dan lenyapnya jiwa sosial diantara kebanyakan manusia,,,
Ustadz Abdul Somad berkata ini zamannya smartphone, tapi kenapa kebanyakan orang tidak berpikir smart, lihat saja kita kebanyakan orang saat ini lebih asyik berbicara via dunia maya daripada mengobrol di dunia nyata baik itu dengan teman ataupun keluarga,,,
lihat juga mereka yang menjadi budak game, dari pagi, siang dan malam, setiap ada kesempatan pasti mereka akan bermain dengan game tersebut, tak peduli mereka anak kecil dan remaja, bahkan dewasa dan orangtua pun seolah tak ingin ketinggalan dari sebuah permainan yang sebenarnya hanya untuk menghilangkan kejenuhan bukan untuk menjadi kebutuhan,,,
Habib Novel Alaydrus berkata di masa Nabi orang yang memasak selalu berbagi dengan tetangganya, tak peduli itu seagama ataupun beda, zaman sekarang juga mengikuti perintah Nabi, tapi sayangnya hanya foto saja yang dibagikan kepada sosial media, bukan berbagi kepada tetangga,,,
wake up friends, kecanggihan teknologi itu bukan untuk mengabaikan keluarga dan teman di dunia nyata, bukan juga untuk menghabiskan waktu dengan permainan yang hanya memuaskan kesenangan, bukan pula untuk pamer makanan dan tempat-tempat yang cozy dan keren untuk mendapatkan pujian,,,
kecanggihan teknologi itu harusnya menjadikan diri kita lebih mengenali siapa Sang Pencipta, siapa Tuhan yang sebenarnya, untuk apa kita diciptakan dan misi apa yang dibawa ketika kita dilahirkan,,,
tak sadarkah kita sudah kehilangan Tuhan dalam kehidupan di dunia yang hanya fatamorgana dan penuh kepalsuan?,,,
tak sadarkah kita sedang keluar dari rel kemanusiaan yang sangat jauh dari tujuan kita diciptakan?,,,
tak sadarkah juga kita ini hanya berangan-angan untuk masuk surga padahal sejatinya kita tidak mau memasuki surga?,,,
ketika kita menggunakan video call untuk berinteraksi dengan teman atau keluarga yang berbeda daerah atau negara apakah sempat terpikir oleh kita, bisakah kita menghadirkan Allah dalam shalat kita?, bisakah kita menghadirkan Allah dalam segala kegiatan kita?, bisakah kita menghadirkan Allah dalam imajinasi bahwa Allah itu Maha Mengetahui terhadap apa yang kita lakukan dan apa yang tersembunyi dalam hati!!!
ironisnya jangankan untuk menghadirkan Allah yang tak terlihat oleh mata, berinteraksi dengan sahabat dan keluarga pun saat ini sudah amat jarang dilakukan oleh kita, karena kita sibuk dengan menyebarkan berita-berita yang belum tentu benar faktanya, kita malah senang melakukan cacian, makian dan tuduhan kepada orang yang tidak sepaham dengan kita, dan tak disadari kita telah menghilangkan Tuhan dan menjadikan diri sendiri tuhan dengan melakukan perbuatan demikian,,,
sampai kapan kita mau seperti ini, sampai kapan kita lebih bodoh daripada smartphone?, sampai kapan kita mau dibodohi teknologi?, sampai kapan  kita dibuat buta oleh media?, sampai kapan mau menjadi kutu dari sebuah buku?, semua kembali pada diri kita masing-masing,,,
bukan tidak boleh kita mengikuti teknologi, menggunakan smartphone, membaca media dan buku, justru kita sebagai manusia harus menjadi pengendali semua yang ada dalam kehidupan, karena itulah fitrah kita diciptakan, kita itu harus berfikir tentang semua kemudahan akses dan teknologi saat ini bisa mengantar kita menuju tujuan kita sebenarnya yakni menjadi hamba Tuhan bukan memberhalakan Tuhan...
bersambung...
Share:

Tuesday, November 20, 2018

Esensi Maulid/Maulud

esensi maulid/maulud

dalam kajian ustadz Adi Hidayat beliau menyampaikan bahwa maulid itu memperingati hari kelahiran, tentunya yang lahir di bulan ini adalah Nabi sekaligus Rasul yang amat sangat mencintai kita yang semoga saja kita termasuk umat belum meskipun akhlak dan ibadah kita sangat jauh dari apa yang beliau ajarkan kepada kita,,,

adapun Maulud sendiri adalah memperingati nilai-nilai kebaikan yang dibawa ketika Nabi dilahirkan ke dunia ini sebagai pembawa Risalah terakhir, sebagai penyempurna ajaran dan akhlak yang sebelumnya diajarkan oleh para pendahulu beliau,,,

ada yang bertanya apakah Nabi memperingati hari kelahiran beliau, maka saya jawab ya 😊 , karena mereka ini orang yang harus berdasarkan dalil, silahkan di cek saja riwayat tentang puasa Senin-Kamis beliau, bukankah disana disebutkan bahwa Nabi berpuasa di hari Senin karena itu hari kelahiran beliau?, adapun kamis adalah hari dimana amalan dilaporkan,,,

tapi sayang mereka tidak kembali menanyakan karena mereka masih enggan untuk berdebat padahal mereka sendiri yang memulai menuduh bahwa maulid itu sesat!!!, entah karena mereka enggan berdebat atau tidak ingin kalah pendapat karena mereka hanya memahami dalil sebatas tekstual dan menerima apa yang para ustadznya sampaikan,,,

saya bukan santri ataupun seorang akademisi, saya juga bukan orang filsafat sebagaimana yang mereka tuduhkan, saya hanya hamba Allah yang ingin memaksimalkan apa yang Allah titipkan kepada saya berupa akal ini untuk melakukan sesuatu yang semoga Allah meridhai dan bermanfaat,,,

meminjam kata-kata salah satu teman saya yang seorang santri sekaligus akademisi bahwa dia tidak ingin berdebat dengan orang mengenai masalah keyakinan nya akan tetapi jika ada yang mengganggu keyakaninannya, jangan salahkan jika terjadi perdebatan,,,

ok kembali ke masalah maulid/maulud, meskipun beda pengertian tapi keduanya mempunyai nilai tersendiri, karena pada saat Nabi dilahirkan banyak keajaiban-keajaiban yang tentu anda semua mengetahuinya dari sejarah, jika belum silahkan searching saja supaya lebih lengkap karena jika ditulis disini kepanjangan 😀 ,,,

mengenai maulud atau muludan kata orang sunda mah yang katanya sesat, saya jadi teringat pada seorang ustadz yang tadinya viral dan terkenal sayangnya tidak bisa mengontrol emosi jadi ketiban sial, yang menurut ustadz itu bahwa Nabi pernah tersesat dan muludan itu katanya memperingati kesesatan,,,

hey come on bangun donk dari kesadaran kalian, ketika lahir saja api majusi yang menyala berabad-abad mati, raja abrahah dan pasukan tentaranya yang ingin menghancurkan Ka'bah dijadikan seperti ulat kepanasan!!! , lalu dengan beraninya yang memperingati muludan itu sesat!!!

astaghfirullah dulu deh biar agak kalem 😂 , saya mengetahui mereka yang mengatakan itu, saya juga tau sejarah mereka tapi saya tidak ingin membongkar kebobrokan tanpa bukti yang valid, karena dari tata bahasa saja sudah ketahuan mereka boneka yang sengaja dibuat untuk menghancurkan Islam dari dalam,,, wallahua'lam

saya menghargai setiap perbedaan mengenai masalah keyakinan entah itu dalam bentuk ibadah vertikal ataupun horizontal, hanya saja saya tidak bisa menerima ketika saudara seiman saya yang lain dituduh sesat!!!,

hampir setiap tahun isu ini muncul, seolah tidak pernah beres dan sepertinya tidak ada bahan lain untuk dijadikan isi ceramah ataupun bahan perdebatan, cuma sayangnya yang kebanyakan dibahas di setiap majelis adalah kehebatan Nabi, keistimewaan Nabi, sayangnya Nabi terhadap kita selaku umat akhir zaman yang dikhawatirkan beliau ketika masa pencabutan nyawa beliau 😢

padahal jika dibalikkan, sudahkah akhlak kita seperti Nabi?, sudahkah shalat kita sesuai sifat shalat Nabi?, sudahkah wajah kita tersenyum sebagimana yang diajarkan Nabi, dan sudahkah kita menyayangi Nabi dengan banyak membaca shalawat untuk beliau?, silakan jawab dengan hsti nurani kalian sendiri!

itulah yang harus sebenarnya dijadikan bahan untuk pencerahan, semoga bisa diamalkan dalam sisa waktu kehidupan yang menuju kematian, insya Allah jika kita benar-benar belajar tentang Sirah Nabawiyah dan bagaimana mulianya akhlak Nabi, sampai tingkat pemahaman yang mendalam dan pengamalan yang tak hanya tulisan dan ucapan tapi juga dipraktekkan sehingga menjadi barometer kehidupan dan kesuksesan sesuai ridha Allah Yang Maha Rahman bukan hanya kesuksesan berbentuk materi yang banyak membuat kita dengki,,,

Subhanallah wabihamdika asyhadu AnLaa Ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaihi
Billaahi taufiq wal hidayah

Ubaidillah
Asmar Faruq

Share:

Saturday, October 18, 2014

Hakikat kehidupan

terbentuk dalam sebuah rahim...

selama lebih dari milyaran detik...

padahal hanya berasal dari setetes air...

sebuah kekuasaan Tuhan yang tak dapat ditepiskan...

namun apa yang terjadi di hari kemudian...

setelah manusia itu tumbuh menjadi besar...

manusia lupa dari mana dia berasal...

terlahir dalam keadaan yang tak mengerti apapun...

tak mempunyai apapun...

tapi semua bayi terlahir dalam keadaan menangis...

seakan bayi mengetahui bahwa kehidupan itu sulit...

seakan mengetahui bahwa dunia itu terhina kecuali yang berdzikir kepada-Nya...

tapi yang terjadi setelah ia beranjak dewasa...

ia lupa darimana pengetahuan yang ia dapatkan...

ia lupa darimana kekayaannya yang bergelimpangan...

dan ia pun terlarut dalam gemerlap dunia yang hanya sementara...

yang membuatnya lupa akan tugasnya di dunia...

dan akhirnya si bayi yang tadinya menangis...

kini dia tertawa terbahak-bahak yang membuat hatinya mati...

pengetahuan yang tak disertai dengan keimanan...

yang berakhir pada kekeliruan, dan berujung pada kesesatan...

harta yang tak disertai dengan pandangan mata yang seksama...

yang akhirnya membuat buta dan terjatuh di dalamnya...

akal dan hati yang diberikan Tuhan pun...

akhirnya dikuasai dan dikalahkan oleh hawa nafsu..

manusia...

sudah terlalu lama kita terlelap dalam mimpi yang tak nyata...

sudah terlalu lama kita terjatuh dalam kehidupan dunia yang fana...

sudah pasti tak akan ada seorangpun yang bercita-cita untuk masuk ke neraka...

marilah semua bangkit dari keterpurukan kehidupan...

yang disebabkan karena mengikuti langkah-langkah setan...

marilah berbenah diri agar tak menyesal di kemudian hari...

mengintrospeksi akan kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan...

agar tak terulang kembali kesalahan-kesalahan...

tugas manusia hanyalah beribadah kepada-Nya...

tugas manusia mengabdi kepada-Nya...

tugas manusia tak menyekutukuan Dia...

tugas manusia untuk menerima semua ketetapan yang telah ditentukan-Nya...

tugas manusia untuk menegakkan hukum-Nya...

tugas manusia untuk menjalankan aturan yang terdapat dalam Al-Qur'an...

karena tak ada sebuah perintah Tuhan yang merugikan...

walaupun terkadang kita sulit menerima kenyataan...

dan tak ada sebuah larangan Tuhan yang mengungtungkan...

walaupun terkadang dianggap bahwa itulah kesuksesan...

Share:

Sunday, November 24, 2013

Siapa Aku ?

بسم الله الرحمن الرحيم

Siapa Aku ???

Aku hanyalah seorang manusia,,
Manusia yang sama seperti lainnya,,
Manusia yang terlahir dengan sempurna,,
Sempurna bentuk tubuh dan yang lainnya,,
Sempurna dengan kebersihan jiwa,,
Sebagaimana kertas putih yang belum diberi warna,,

Memasuki masa lainnya,,
Aku dulu yang putih tak berwarna menjadi penuh warna,,
Warna yang perlahan memudarkan warna suciku,,
Warna yang membuatku terlihat kelabu,,
Bukan membuat indah dipandang mata,,

Sebagai seorang yang berakal dan berhati,,
Aku pun sadar harus berbenah diri,,
Harus berusaha menghapus warna yang mengotori,,

Aku sadar akan berartinya mata,,
Yang harus dipakai untuk mengenal tentangNYA,,
Melalui berbagai ciptaanNYA,,
Mempelajari berbagai ilmu dari ayat-ayatNYA,,
Agar aku bisa mengetahui apa makna hidup di dunia,,

Aku mengetahui maksud penciptaan pendengaran,,
Ketika melihat tunarungu sulit melakukan pembicaraan,,
Darisana aku belajar bahwa begitu mudahnya kehidupan berjalan,,
Ketika mendengarkan perintah harus dilaksanakan,,
Dan ketika mendengarkan larangan maka jangan dilakukan,,

Aku bersyukur masih mempunyai hati,,
Ketika melihat orang orang yang tak peduli,,
Tak peduli dengan kesalahan yang mengotori,,
Tak malu lagi dengan kesalahan yang dipublikasi,,
Bahkan tega dan sadis menghilangkan nyawa dengan cara yang keji,,

Sahabatku, marilah pergunakan pendengaran dan penglihatan,,
Untuk mensukuri nikmat Yang Maha Rahmaan,,
Supaya kita tidak termasuk golongan kebanyakan,,
Tapi masuk dalam golongan sedikit yang mendapat kebahagiaan,,

Share: