tak sadarkah kita sedang keluar dari rel kemanusiaan yang sangat jauh dari tujuan kita diciptakan?,,,
tak sadarkah juga kita ini hanya berangan-angan untuk masuk surga padahal sejatinya kita tidak mau memasuki surga?,,,
esensi maulid/maulud
dalam kajian ustadz Adi Hidayat beliau menyampaikan bahwa maulid itu memperingati hari kelahiran, tentunya yang lahir di bulan ini adalah Nabi sekaligus Rasul yang amat sangat mencintai kita yang semoga saja kita termasuk umat belum meskipun akhlak dan ibadah kita sangat jauh dari apa yang beliau ajarkan kepada kita,,,
adapun Maulud sendiri adalah memperingati nilai-nilai kebaikan yang dibawa ketika Nabi dilahirkan ke dunia ini sebagai pembawa Risalah terakhir, sebagai penyempurna ajaran dan akhlak yang sebelumnya diajarkan oleh para pendahulu beliau,,,
ada yang bertanya apakah Nabi memperingati hari kelahiran beliau, maka saya jawab ya 😊 , karena mereka ini orang yang harus berdasarkan dalil, silahkan di cek saja riwayat tentang puasa Senin-Kamis beliau, bukankah disana disebutkan bahwa Nabi berpuasa di hari Senin karena itu hari kelahiran beliau?, adapun kamis adalah hari dimana amalan dilaporkan,,,
tapi sayang mereka tidak kembali menanyakan karena mereka masih enggan untuk berdebat padahal mereka sendiri yang memulai menuduh bahwa maulid itu sesat!!!, entah karena mereka enggan berdebat atau tidak ingin kalah pendapat karena mereka hanya memahami dalil sebatas tekstual dan menerima apa yang para ustadznya sampaikan,,,
saya bukan santri ataupun seorang akademisi, saya juga bukan orang filsafat sebagaimana yang mereka tuduhkan, saya hanya hamba Allah yang ingin memaksimalkan apa yang Allah titipkan kepada saya berupa akal ini untuk melakukan sesuatu yang semoga Allah meridhai dan bermanfaat,,,
meminjam kata-kata salah satu teman saya yang seorang santri sekaligus akademisi bahwa dia tidak ingin berdebat dengan orang mengenai masalah keyakinan nya akan tetapi jika ada yang mengganggu keyakaninannya, jangan salahkan jika terjadi perdebatan,,,
ok kembali ke masalah maulid/maulud, meskipun beda pengertian tapi keduanya mempunyai nilai tersendiri, karena pada saat Nabi dilahirkan banyak keajaiban-keajaiban yang tentu anda semua mengetahuinya dari sejarah, jika belum silahkan searching saja supaya lebih lengkap karena jika ditulis disini kepanjangan 😀 ,,,
mengenai maulud atau muludan kata orang sunda mah yang katanya sesat, saya jadi teringat pada seorang ustadz yang tadinya viral dan terkenal sayangnya tidak bisa mengontrol emosi jadi ketiban sial, yang menurut ustadz itu bahwa Nabi pernah tersesat dan muludan itu katanya memperingati kesesatan,,,
hey come on bangun donk dari kesadaran kalian, ketika lahir saja api majusi yang menyala berabad-abad mati, raja abrahah dan pasukan tentaranya yang ingin menghancurkan Ka'bah dijadikan seperti ulat kepanasan!!! , lalu dengan beraninya yang memperingati muludan itu sesat!!!
astaghfirullah dulu deh biar agak kalem 😂 , saya mengetahui mereka yang mengatakan itu, saya juga tau sejarah mereka tapi saya tidak ingin membongkar kebobrokan tanpa bukti yang valid, karena dari tata bahasa saja sudah ketahuan mereka boneka yang sengaja dibuat untuk menghancurkan Islam dari dalam,,, wallahua'lam
saya menghargai setiap perbedaan mengenai masalah keyakinan entah itu dalam bentuk ibadah vertikal ataupun horizontal, hanya saja saya tidak bisa menerima ketika saudara seiman saya yang lain dituduh sesat!!!,
hampir setiap tahun isu ini muncul, seolah tidak pernah beres dan sepertinya tidak ada bahan lain untuk dijadikan isi ceramah ataupun bahan perdebatan, cuma sayangnya yang kebanyakan dibahas di setiap majelis adalah kehebatan Nabi, keistimewaan Nabi, sayangnya Nabi terhadap kita selaku umat akhir zaman yang dikhawatirkan beliau ketika masa pencabutan nyawa beliau 😢
padahal jika dibalikkan, sudahkah akhlak kita seperti Nabi?, sudahkah shalat kita sesuai sifat shalat Nabi?, sudahkah wajah kita tersenyum sebagimana yang diajarkan Nabi, dan sudahkah kita menyayangi Nabi dengan banyak membaca shalawat untuk beliau?, silakan jawab dengan hsti nurani kalian sendiri!
itulah yang harus sebenarnya dijadikan bahan untuk pencerahan, semoga bisa diamalkan dalam sisa waktu kehidupan yang menuju kematian, insya Allah jika kita benar-benar belajar tentang Sirah Nabawiyah dan bagaimana mulianya akhlak Nabi, sampai tingkat pemahaman yang mendalam dan pengamalan yang tak hanya tulisan dan ucapan tapi juga dipraktekkan sehingga menjadi barometer kehidupan dan kesuksesan sesuai ridha Allah Yang Maha Rahman bukan hanya kesuksesan berbentuk materi yang banyak membuat kita dengki,,,
Subhanallah wabihamdika asyhadu AnLaa Ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaihi
Billaahi taufiq wal hidayah
Ubaidillah
Asmar Faruq
terbentuk dalam sebuah rahim...
selama lebih dari milyaran detik...
padahal hanya berasal dari setetes air...
sebuah kekuasaan Tuhan yang tak dapat ditepiskan...
namun apa yang terjadi di hari kemudian...
setelah manusia itu tumbuh menjadi besar...
manusia lupa dari mana dia berasal...
terlahir dalam keadaan yang tak mengerti apapun...
tak mempunyai apapun...
tapi semua bayi terlahir dalam keadaan menangis...
seakan bayi mengetahui bahwa kehidupan itu sulit...
seakan mengetahui bahwa dunia itu terhina kecuali yang berdzikir kepada-Nya...
tapi yang terjadi setelah ia beranjak dewasa...
ia lupa darimana pengetahuan yang ia dapatkan...
ia lupa darimana kekayaannya yang bergelimpangan...
dan ia pun terlarut dalam gemerlap dunia yang hanya sementara...
yang membuatnya lupa akan tugasnya di dunia...
dan akhirnya si bayi yang tadinya menangis...
kini dia tertawa terbahak-bahak yang membuat hatinya mati...
pengetahuan yang tak disertai dengan keimanan...
yang berakhir pada kekeliruan, dan berujung pada kesesatan...
harta yang tak disertai dengan pandangan mata yang seksama...
yang akhirnya membuat buta dan terjatuh di dalamnya...
akal dan hati yang diberikan Tuhan pun...
akhirnya dikuasai dan dikalahkan oleh hawa nafsu..
manusia...
sudah terlalu lama kita terlelap dalam mimpi yang tak nyata...
sudah terlalu lama kita terjatuh dalam kehidupan dunia yang fana...
sudah pasti tak akan ada seorangpun yang bercita-cita untuk masuk ke neraka...
marilah semua bangkit dari keterpurukan kehidupan...
yang disebabkan karena mengikuti langkah-langkah setan...
marilah berbenah diri agar tak menyesal di kemudian hari...
mengintrospeksi akan kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan...
agar tak terulang kembali kesalahan-kesalahan...
tugas manusia hanyalah beribadah kepada-Nya...
tugas manusia mengabdi kepada-Nya...
tugas manusia tak menyekutukuan Dia...
tugas manusia untuk menerima semua ketetapan yang telah ditentukan-Nya...
tugas manusia untuk menegakkan hukum-Nya...
tugas manusia untuk menjalankan aturan yang terdapat dalam Al-Qur'an...
karena tak ada sebuah perintah Tuhan yang merugikan...
walaupun terkadang kita sulit menerima kenyataan...
dan tak ada sebuah larangan Tuhan yang mengungtungkan...
walaupun terkadang dianggap bahwa itulah kesuksesan...
بسم الله الرحمن الرحيم
Siapa Aku ???
Aku hanyalah seorang manusia,,
Manusia yang sama seperti lainnya,,
Manusia yang terlahir dengan sempurna,,
Sempurna bentuk tubuh dan yang lainnya,,
Sempurna dengan kebersihan jiwa,,
Sebagaimana kertas putih yang belum diberi warna,,
Memasuki masa lainnya,,
Aku dulu yang putih tak berwarna menjadi penuh warna,,
Warna yang perlahan memudarkan warna suciku,,
Warna yang membuatku terlihat kelabu,,
Bukan membuat indah dipandang mata,,
Sebagai seorang yang berakal dan berhati,,
Aku pun sadar harus berbenah diri,,
Harus berusaha menghapus warna yang mengotori,,
Aku sadar akan berartinya mata,,
Yang harus dipakai untuk mengenal tentangNYA,,
Melalui berbagai ciptaanNYA,,
Mempelajari berbagai ilmu dari ayat-ayatNYA,,
Agar aku bisa mengetahui apa makna hidup di dunia,,
Aku mengetahui maksud penciptaan pendengaran,,
Ketika melihat tunarungu sulit melakukan pembicaraan,,
Darisana aku belajar bahwa begitu mudahnya kehidupan berjalan,,
Ketika mendengarkan perintah harus dilaksanakan,,
Dan ketika mendengarkan larangan maka jangan dilakukan,,
Aku bersyukur masih mempunyai hati,,
Ketika melihat orang orang yang tak peduli,,
Tak peduli dengan kesalahan yang mengotori,,
Tak malu lagi dengan kesalahan yang dipublikasi,,
Bahkan tega dan sadis menghilangkan nyawa dengan cara yang keji,,
Sahabatku, marilah pergunakan pendengaran dan penglihatan,,
Untuk mensukuri nikmat Yang Maha Rahmaan,,
Supaya kita tidak termasuk golongan kebanyakan,,
Tapi masuk dalam golongan sedikit yang mendapat kebahagiaan,,