saat ini kita ada di era yang canggih, dimana kita bisa bertatap muka tanpa beranjak dari tempat duduk kita, kita bisa terhubung dengan orang di berbagai belahan dunia, pun jika kita ingin bepergian tak akan memakan waktu lama sebagaimana nenek moyang yang harus mengarungi lautan jika ingin pergi ke tempat tujuan yang terpisah karena samudera,,,
akan tetapi canggihnya teknologi dan pesatnya kemajuan saat ini tidak diikuti oleh kecanggihan dan kemajuan pola berpikir manusia, yang akhirnya banyak diantara kita yang buta terhadap agama, taqlid terhadap budaya dan lenyapnya jiwa sosial diantara kebanyakan manusia,,,
Ustadz Abdul Somad berkata ini zamannya smartphone, tapi kenapa kebanyakan orang tidak berpikir smart, lihat saja kita kebanyakan orang saat ini lebih asyik berbicara via dunia maya daripada mengobrol di dunia nyata baik itu dengan teman ataupun keluarga,,,
lihat juga mereka yang menjadi budak game, dari pagi, siang dan malam, setiap ada kesempatan pasti mereka akan bermain dengan game tersebut, tak peduli mereka anak kecil dan remaja, bahkan dewasa dan orangtua pun seolah tak ingin ketinggalan dari sebuah permainan yang sebenarnya hanya untuk menghilangkan kejenuhan bukan untuk menjadi kebutuhan,,,
Habib Novel Alaydrus berkata di masa Nabi orang yang memasak selalu berbagi dengan tetangganya, tak peduli itu seagama ataupun beda, zaman sekarang juga mengikuti perintah Nabi, tapi sayangnya hanya foto saja yang dibagikan kepada sosial media, bukan berbagi kepada tetangga,,,
wake up friends, kecanggihan teknologi itu bukan untuk mengabaikan keluarga dan teman di dunia nyata, bukan juga untuk menghabiskan waktu dengan permainan yang hanya memuaskan kesenangan, bukan pula untuk pamer makanan dan tempat-tempat yang cozy dan keren untuk mendapatkan pujian,,,
kecanggihan teknologi itu harusnya menjadikan diri kita lebih mengenali siapa Sang Pencipta, siapa Tuhan yang sebenarnya, untuk apa kita diciptakan dan misi apa yang dibawa ketika kita dilahirkan,,,
tak sadarkah kita sudah kehilangan Tuhan dalam kehidupan di dunia yang hanya fatamorgana dan penuh kepalsuan?,,,
tak sadarkah kita sedang keluar dari rel kemanusiaan yang sangat jauh dari tujuan kita diciptakan?,,,
tak sadarkah juga kita ini hanya berangan-angan untuk masuk surga padahal sejatinya kita tidak mau memasuki surga?,,,
tak sadarkah kita sedang keluar dari rel kemanusiaan yang sangat jauh dari tujuan kita diciptakan?,,,
tak sadarkah juga kita ini hanya berangan-angan untuk masuk surga padahal sejatinya kita tidak mau memasuki surga?,,,
ketika kita menggunakan video call untuk berinteraksi dengan teman atau keluarga yang berbeda daerah atau negara apakah sempat terpikir oleh kita, bisakah kita menghadirkan Allah dalam shalat kita?, bisakah kita menghadirkan Allah dalam segala kegiatan kita?, bisakah kita menghadirkan Allah dalam imajinasi bahwa Allah itu Maha Mengetahui terhadap apa yang kita lakukan dan apa yang tersembunyi dalam hati!!!
ironisnya jangankan untuk menghadirkan Allah yang tak terlihat oleh mata, berinteraksi dengan sahabat dan keluarga pun saat ini sudah amat jarang dilakukan oleh kita, karena kita sibuk dengan menyebarkan berita-berita yang belum tentu benar faktanya, kita malah senang melakukan cacian, makian dan tuduhan kepada orang yang tidak sepaham dengan kita, dan tak disadari kita telah menghilangkan Tuhan dan menjadikan diri sendiri tuhan dengan melakukan perbuatan demikian,,,
sampai kapan kita mau seperti ini, sampai kapan kita lebih bodoh daripada smartphone?, sampai kapan kita mau dibodohi teknologi?, sampai kapan kita dibuat buta oleh media?, sampai kapan mau menjadi kutu dari sebuah buku?, semua kembali pada diri kita masing-masing,,,
bukan tidak boleh kita mengikuti teknologi, menggunakan smartphone, membaca media dan buku, justru kita sebagai manusia harus menjadi pengendali semua yang ada dalam kehidupan, karena itulah fitrah kita diciptakan, kita itu harus berfikir tentang semua kemudahan akses dan teknologi saat ini bisa mengantar kita menuju tujuan kita sebenarnya yakni menjadi hamba Tuhan bukan memberhalakan Tuhan...
bersambung...
0 Comments:
Post a Comment