Sunday, December 23, 2018

Hikmah pertemuan Nabi Musa dan Nabi Khidr


بسم الله الحمد لله وصلاة وسلام علا رسول الله
اسلام عليكم ورحمةالله

bagi para pembaca Surat Al-Kahfi setiap Jum'at beserta terjemahannya mungkin sudah tidak asing dengan cerita pertemuan Nabi Musa dengan salah seorang hamba Allah yang diberikan ilmu dari sisi-Nya, yang sering disebut para Mufasir adalah Nabi Khidir 'alaihi salam

dalam kisah tersebut ada hikmah yang bisa kita dijadikan pelajaran terlebih kita hidup di akhir zaman yang dimana semua orang bisa berkomentar apa saja tanpa mengetahui peristiwa asli dan sebab terjadinya suatu peristiwa, dimana orang awam berkomentar seolah mereka itu adalah orang paling pintar dan yang lain hanyalah orang bodoh yang terdoktrin, terprovokasi, taqlid dsb

Ustadz Adi Hidayat menceritakan bahwa peristiwa pertemuan antara Nabi Musa dan Nabi Khidr terjadi sebelum Nabi Musa diutus berda'wah kepada fir'aun, itu atas perintah Allah supaya Nabi Musa bisa lebih bersabar ketika menghadapi suatu peristiwa, dan hal ini juga menjadi syarat bagi Nabi Musa ketika ingin berguru kepada Nabi Khidr, dimana Nabi Khidr sendiri memberi kabar bahwa Nabi Musa tak akan bisa sabar jika mengikutinya dan bersamanya, sebab Nabi Musa tidak mengetahui apa yang dilakukan Nabi Khidr adalah atas petunjuk Allah bukan semata-mata kehendak dirinya

peristiwa pertama tentu sudah kita ketahui ketika Nabi Khidr membuat lubang di sebuah perahu, dan Nabi Musa bertanya kenapa Beliau melakukan perbuatan tersebut, kemudian Nabi Musa diingatkan Nabi Khidr "bukankah sudah kukatakan kamu tidak akan sabar jika ikut bersamaku?" Nabi Musa meminta maaf dan berkata tidak akan lagi bertanya

tapi sesabar-sabarnya Nabi Musa tetap saja beliau akan bertanya ketika ada peristiwa pembunuhan dihadapannya, apalagi yang dibunuh adalah seorang anak kecil yang menurut Nabi Musa masih suci, Beliau lupa bahwa Nabi Khidr adalah seorang Nabi yang diberi pengetahuan langsung oleh Allah mungkin seperti bisa melihat masa depan yang akan terjadi seperti ketika Nabi Khidr melubangi perahu yang ditumpanginya bersama Nabi Musa

maka ketika Nabi Musa bertanya kenapa membunuh anak kecil yang menurutnya masih suci, Nabi Khidr pun mengingatkan bahwa Nabi Musa telah melakukan 2x kesalahan karena bertanya kenapa, padahal di awak pertemuan diperingatkan bahwa Nabi Musa tak akan bisa sabar dan tak boleh bertanya ketika Nabi Khidr melakukan sesuatu yang terlihat kontroversi menurut pandangan manusia

sampai peristiwa terakhir dimana Nabi Khidr mendirikan kembali dinding yang hampir roboh tapi beliau tidak meminta upah atas pekerjaan yang dilakukan Nabi Khidr karena ketika bertemu penduduk setempat mereka meminta dijamu tapi tak ada yang menjamu, tapi ketika melihat dinding yang hampir roboh malah didirikan kembali tanpa meminta upah. itu dilakukan Beliau karena pemilik dinding rumah itu adalah anak yatim yang ayahnya seorang yang shaleh yang didalam rumahnya terdapat harta untuk perbekalan anak yatim itu, karena sebab itulah Beliau mendirikan kembali dinding yang hampir roboh supaya harta simpanan anak yatim tidak terlihat oleh orang yang bisa jadi bahan rebutan bagi yang rakus kekayaan dunia

karena Nabi Musa sudah 3x melakukan kesalahan dengan bertanya akibat ketidak sabaran beliau, maka Nabi Khidr pun memutuskan untuk berpisah dengan Nabi Musa dan memberi penjelasan terhadap apa yang dilakukan oleh Nabi Khidr.

adapun substansi dengan masalah sekarang adalah manusia saat ini teramat mudah menyalahkan orang lain, manusia saat ini teramat sombong menganggap orang lain yang salah adalah seorang yang hina dan boleh dicela, padahal mereka tak mempunyai pengetahuan tentang apa yang dilakukan oleh seseorang pasti ada sebab dan alasan kenapa melakukan perbuatan demikian!!!

apakah suatu kewajaran?, jelas tidak, karena seorang Nabi saja ketika ada yang tidak diketahui hanya bertanya kenapa, tidak menyalahkan apalagi sampai mencela, kita ini bukan orang shaleh apalagi Nabi, harusnya kita mengukur diri siapa kita berani-beraninya menganggap hina orang yang melakukan kesalahan?, padahal kita belum mengetahui kebenaran dan sebab terjadinya suatu kesalahan!!!

contoh ketika ada seorang pemuda yang melakukan penjambretan, tapi naas pemuda itu tertangkap dan dihakimi oleh masa, seolah yang menghakimi itu adalah seorang malaikat yang tak pernah salah!!!
ada juga beberapa waktu ke belakang dimana tukang servis elektronik yang tewas dibakar karena dihakimi oleh masa, padahal bukan almarhum yang mencurinya!!!
terakhir kasus penganiayaan yang dituduhkan kepada seorang dzuriyah Rasulullah karena beredar video penyiksaan, padahal jika dilihat lebih teliti penyiksa tersebut memiliki tato di tangannya sedangkan Habib yang dituduh jelas tidak punya tato!!!

tapi istilah orang sekarang dengan maha benar netizen dengan segala alasannya menjadikan manusia itu seperti tuhan, yang berhak menuduh dan memvonis bahwa si a bersalah dan harus dipukul, harus dibakar, harus dicela karena tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah!!!
HEY MAN!!!
STOP IT!!!

kita ini bukan tuhan yang mengetahui kebenaran yang absolut, kita tidak bisa memvonis seseorang bersalah sebelum mengetahui sebab kejadian dan mendengarkan keterangan dari yang dituduh melakukan kesalahan!!!, kita jangan mencela apalagi merasa lebih mulia, mengatakan bahwa perbuatan seperti itu tidak pernah dilakukan Nabi, lucunya mereka ini lupa bahwa menghukumi dan memvonis orang bersalah tanpa mendengarkan keterangan dari orang yang bersangkutan juga tak pernah dilakukan oleh Nabi!!!

kembali ke hikmah cerita Nabi Musa dan Nabi Khidr bahwa kita itu harus bersabar, menahan diri tidak menghukumi apa yang tidak kita ketahui sebelum ada keterangan yang jelas!!!
kita harus menyadari bahwa ilmu setiap orang itu ada dalam tingkatan yang berbeda, sangat tidak pantas ketika orang awam mengomentari apa yang dilakukan oleh orang 'alim!!!
kita ini orang beriman yang diperintahkan untuk tidak mencela suatu kaum, kita diperintahkan untuk tidak berprasangka apalagi mencela seorang dzuriyah Rasulullah yang statusnya baru tersangka belum terbukti bersalah!!!

tulisan ini bukan untuk membela kekerasan!!!
tulisan ini hanya untuk mengingatkan!!!
kita ini manusia yang hanya seorang hamba!!!!
bukan tuhan yang bisa memutuskan siapa yang salah atau tidak!!!
tulisan ini bentuk kasih sayang sebagai peringatan supaya kita tak terjebak oleh setan!!!
supaya kita tak mudah untuk mencela apalagi menghina orang yang melakukan kesalahan!!!
supaya kita termasuk golongan orang yang tidak mendapatkan syafa'at Baginda Nabi karena kita telah mencela dan menghina cucunya!!!

ب الله في سبل الحق
وسلام عليكم

Share:

0 Comments:

Post a Comment