Tuesday, November 20, 2018

Esensi Maulid/Maulud

esensi maulid/maulud

dalam kajian ustadz Adi Hidayat beliau menyampaikan bahwa maulid itu memperingati hari kelahiran, tentunya yang lahir di bulan ini adalah Nabi sekaligus Rasul yang amat sangat mencintai kita yang semoga saja kita termasuk umat belum meskipun akhlak dan ibadah kita sangat jauh dari apa yang beliau ajarkan kepada kita,,,

adapun Maulud sendiri adalah memperingati nilai-nilai kebaikan yang dibawa ketika Nabi dilahirkan ke dunia ini sebagai pembawa Risalah terakhir, sebagai penyempurna ajaran dan akhlak yang sebelumnya diajarkan oleh para pendahulu beliau,,,

ada yang bertanya apakah Nabi memperingati hari kelahiran beliau, maka saya jawab ya 😊 , karena mereka ini orang yang harus berdasarkan dalil, silahkan di cek saja riwayat tentang puasa Senin-Kamis beliau, bukankah disana disebutkan bahwa Nabi berpuasa di hari Senin karena itu hari kelahiran beliau?, adapun kamis adalah hari dimana amalan dilaporkan,,,

tapi sayang mereka tidak kembali menanyakan karena mereka masih enggan untuk berdebat padahal mereka sendiri yang memulai menuduh bahwa maulid itu sesat!!!, entah karena mereka enggan berdebat atau tidak ingin kalah pendapat karena mereka hanya memahami dalil sebatas tekstual dan menerima apa yang para ustadznya sampaikan,,,

saya bukan santri ataupun seorang akademisi, saya juga bukan orang filsafat sebagaimana yang mereka tuduhkan, saya hanya hamba Allah yang ingin memaksimalkan apa yang Allah titipkan kepada saya berupa akal ini untuk melakukan sesuatu yang semoga Allah meridhai dan bermanfaat,,,

meminjam kata-kata salah satu teman saya yang seorang santri sekaligus akademisi bahwa dia tidak ingin berdebat dengan orang mengenai masalah keyakinan nya akan tetapi jika ada yang mengganggu keyakaninannya, jangan salahkan jika terjadi perdebatan,,,

ok kembali ke masalah maulid/maulud, meskipun beda pengertian tapi keduanya mempunyai nilai tersendiri, karena pada saat Nabi dilahirkan banyak keajaiban-keajaiban yang tentu anda semua mengetahuinya dari sejarah, jika belum silahkan searching saja supaya lebih lengkap karena jika ditulis disini kepanjangan 😀 ,,,

mengenai maulud atau muludan kata orang sunda mah yang katanya sesat, saya jadi teringat pada seorang ustadz yang tadinya viral dan terkenal sayangnya tidak bisa mengontrol emosi jadi ketiban sial, yang menurut ustadz itu bahwa Nabi pernah tersesat dan muludan itu katanya memperingati kesesatan,,,

hey come on bangun donk dari kesadaran kalian, ketika lahir saja api majusi yang menyala berabad-abad mati, raja abrahah dan pasukan tentaranya yang ingin menghancurkan Ka'bah dijadikan seperti ulat kepanasan!!! , lalu dengan beraninya yang memperingati muludan itu sesat!!!

astaghfirullah dulu deh biar agak kalem 😂 , saya mengetahui mereka yang mengatakan itu, saya juga tau sejarah mereka tapi saya tidak ingin membongkar kebobrokan tanpa bukti yang valid, karena dari tata bahasa saja sudah ketahuan mereka boneka yang sengaja dibuat untuk menghancurkan Islam dari dalam,,, wallahua'lam

saya menghargai setiap perbedaan mengenai masalah keyakinan entah itu dalam bentuk ibadah vertikal ataupun horizontal, hanya saja saya tidak bisa menerima ketika saudara seiman saya yang lain dituduh sesat!!!,

hampir setiap tahun isu ini muncul, seolah tidak pernah beres dan sepertinya tidak ada bahan lain untuk dijadikan isi ceramah ataupun bahan perdebatan, cuma sayangnya yang kebanyakan dibahas di setiap majelis adalah kehebatan Nabi, keistimewaan Nabi, sayangnya Nabi terhadap kita selaku umat akhir zaman yang dikhawatirkan beliau ketika masa pencabutan nyawa beliau 😢

padahal jika dibalikkan, sudahkah akhlak kita seperti Nabi?, sudahkah shalat kita sesuai sifat shalat Nabi?, sudahkah wajah kita tersenyum sebagimana yang diajarkan Nabi, dan sudahkah kita menyayangi Nabi dengan banyak membaca shalawat untuk beliau?, silakan jawab dengan hsti nurani kalian sendiri!

itulah yang harus sebenarnya dijadikan bahan untuk pencerahan, semoga bisa diamalkan dalam sisa waktu kehidupan yang menuju kematian, insya Allah jika kita benar-benar belajar tentang Sirah Nabawiyah dan bagaimana mulianya akhlak Nabi, sampai tingkat pemahaman yang mendalam dan pengamalan yang tak hanya tulisan dan ucapan tapi juga dipraktekkan sehingga menjadi barometer kehidupan dan kesuksesan sesuai ridha Allah Yang Maha Rahman bukan hanya kesuksesan berbentuk materi yang banyak membuat kita dengki,,,

Subhanallah wabihamdika asyhadu AnLaa Ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaihi
Billaahi taufiq wal hidayah

Ubaidillah
Asmar Faruq

Share:

0 Comments:

Post a Comment