Thursday, October 17, 2024

Pentingnya memahami amanah dan kepantasan diri sebelum memiliki harta


Sudah nonton podcast curhat bang deni yang menghadirkan teh novi dan mas agus yang miss komunikasi tentang masalah uang donasi senilai 1,5M untuk pengobatan mas agus?, tentunya hal ini menjadi viral karena ternyata uang donasi yang dikumpulkan untuk pengobatan seseorang bisa mencapai milyaran rupiah, dan yang menjadi pro kontra disini adalah keputusan agus yang alih-alih menggunakan uang donasi itu untuk pengobatan supaya dia bisa sembuh, eh malah dibagi-bagi ke keluarganya dengan alasan ini itu.

Disini saya hanya ingin merangkum dan menyampaikan apa yang saya tangkap dari acara podcats bang deni yang menghadirkan teh novi yang sudah mempunyai yayasan dan kredibilitas karena menjadi yayasan yang menaungi odgj diantaranya, adapun orang yang diberikan donasi yang dikumpulkan langsung ke rekening pribadinya bernama agus.

Saya tidak ingin membela siapapun, karena apa yang disampaikan teh novi memang mempunyai landasan argumen yang kuat karena jika nanti dimintai pertanggung jawaban oleh KEMENSOS tentunya akan menjadi bumerang terhadap yayasan teh novi yang sudah dibangun selama ini untuk menjaga dan merawat odgj yang terlantar, jangan sampai terjadi kejadian lagi odgj memutilasi odgj lain karena cosplay menjadi hewan kurban dan penyembelih.

Adapun mas agus sendiri menurut pandangan saya jika itu menilai secara hati nurani memang pantas untuk berterima kasih kepada orang yang disebut wawa yang membantunya sejak awal kasus penyiraman air keras terjadi kepadanya, mengantarnya kesana-kesini walaupun hanya memakai bpjs, memang benar apa yang dibicarakan mang agus jika harus membayar perawat dan pengatar kesana-kesini mungkin akan lebih dari uang yang ditransfer ke rekening anaknya bu wawa ini.

Hanya saja yang menjadi permasalahan disini adalah teh novi tidak dilibatkan dan tidak ada komunikasi, padah teh novi ini yang notabene orang yang mengangkat cerita mas agus kemudian mendapat donasi 35 juta, lalu meminta bantuan kepada bang deni sumargo untuk podcast juga mendapatkan donasi 500 juta sampai terakhir nilai donasi itu menjadi diatas 1 milyar. Tentunya uang tersebut bukanlah uang kecil, apalagi ditengah mayoritas kondisi masyarakat saat ini dengan berkurangnya daya beli masyarakat, dan menjeritnya para pedagang kecil juga UKM.

Mas agus sendiri disini menurut saya bersikap labil, karena menurut penuturan teh novi sudah disampaikan bahwa donasi itu diperuntukkan untuk membantu pengobatan mas agus agar lekas pulih kembali kesehatan fisiknya terutama kesehatan matanya. Akan tetapi argumen mas agus sendiri mengatakan bahwa tidak mengetahui bahwa donasi itu untuk apa seharusnya, sehingga digunakanlah untuk kepentingan pribadi dan keluarganya.

Adapun diframe pertama mas agus mengutarakan alasan dibalik kenapa mentransfer sejumlah uang kepada anak bu wawa sebagai ucapan terima kasih karena sudah membantu dan merawatanya selama ini dengan alasan berpikir jangka panjang. Akan tetapi di akhir podcast dia sendiri mengatakan karena sudah putus harapan dengan kesembuhannya, dia mengutarakan ingin kembali ke daerahnya dan meminta kembali uang yang telah diserahkan kepada yayasan teh novi.

Well, pro dan kontra yang membela teh novi dan mas agus pun ramai di kolom komentar, hanya saja disini kita bisa belajar tentang pentingnya memahami apa itu amanah, karena jika mas agus memahami amanah itu berat tentunya tidak akan sembarangan transfer sana-sini tanpa memberitahu orang yang sudah membantunya mendapatkan donasi yang nilainya milyaran itu. Apalagi dengan hanya menjual kesedihan karena tidak bisa melihat disebabkan disiram air keras yang kita sendiri tidak mengetahui motif sebenarnya pelaku yang melakukan perbuatan keji tersebut. Meskipun di salah satu komentar yang saya baca ada yang menulis mengatakan “tahu kan sekarang kenapa saya menyiram orang ini dengan air keras”?.

Beberapa waktu sebelum viralnya kasus ini, ada seorang tunanetra juga bahkan permanen, dia memiliki akun dinocaw, dimana di akun instagram yang sekarang terhubung dengan meta facebook, beliau ini membagikan kesehariannya yang suka bermain skateboard, berpenampilan seperti orang normal yang stylish pada umumnya sampai ditawari jadi model dan lain-lain. Jika saja sebelum kejadian disiramnya mas agus ini sudah mengetahui orang yang bernama kang dino ini, saya rasa mas agus ini akan lebih mengerti tentang beratnya amanah dan tidak hanya menjual kesedihan demi mendapatkan uang milyaran.

Dengan adanya kasus inipun tentunya ada hal baik yang bisa jadikan kita pelajaran, karena ada alasan kenapa Allah dan para malaikatnya memberikan kita rejeki sesuai dengan kebutuhan bukan dengan sesuai keinginan kita. Karena jika mental belum siap dan pantas menerima harta yang banyak akhirnya terjadi seperti kasus mas agus ini dengan donasinya.

Maka dari itu saya seringkali menuliskan tentang pentingnya bersedekah dengan melihat sekitar kita terlebih lagi tetangga dekat, karena biasanya orang yang membutuhkan itu enggan untuk meminta kepada sesama secara langsung, jarang mengeluh dan hidupnya selalu seperti terlihat baik-baik saja. Bukan saya tidak setuju dengan donasi atau semacamnya seperti ini, hanya saja menolong sesama yang ada di sekitar menurut saya sebagaimana yang dilakukan Nabi dan Para Sahabat juga melakukan demikian sebelum menolong saudara jauhnya.

Wallahu A’lam

Billahi Fii Sabilil Haq

Share:

0 Comments:

Post a Comment