Pantas saja ada kabar burung yang mengatakan hasil karya tulis Pak Tjokro ini dijaga dan tidak boleh dibaca oleh sembarangan orang karena dikhawatirkan jika salah memahaminya maka orang tersebut bisa menganut paham komunis tulen, agamis ataupun nasionalis.
Hal ini diperkuat juga oleh kitab-kitab ulama terdahulu sebut saja kitab Adabul 'alim wal muta'allim dan juga kitab dari Imam Al-Ghazali yang berjudul Bidayatul Hidayah. Bahkan mungkin saja kitab karya Hadratus Syaikh K.H Hasyim Asy'ari sendiri terinspirasi dari Kitabnya Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali itu sendiri, karena dari pembukaannya saja keduanya tersirat kemiripan.
Jika menurut Imam Al-Ghazali menuliskan pentingnya niat awal ketika mulai belajar mengumpulkan ilmu, bisa selaras dengan budi pekerti yang merupakan hasil akhir dari ilmu itu sendiri. Bukan tanpa dasar saya berasumsi demikian, karena Hal ini selaras dengan Hadits Nabi yang mengatakan bahwa Beliau (Nabi) diutus ke dunia untuk menyempurnakan akhlak.
Karena itu sahabat, mari kita mulai kembali membuka halaman baru, membuka hari baru, dan membuka hati kita untuk bersama-sama belajar mengenai adab dan ilmu.
Karena Nabi sendiri saja ketika belum mendapatkan wahyu beliau sudah mendapatkan gelar Al-Amin karena kejujuran dan amanahnya Beliau.
Jadi mulai sekarang, jangan salahkan keadaan atau siapapun, karena mungkin kita sendiri yang belum memiliki adab yang baik sehingga ilmu yang baik pun juga enggan masuk ke dalam hati dan diri kita.
Wallahu a'lam
Billahi fii sabilil haq
0 Comments:
Post a Comment